Category Archives: ILMU HIKMAH

PENGISIAN ASMAK SAEFI NUR MUHAMMAD DAN HIJIB MAGHROBI

Allahumma sholi ‘ala sayyidina muhammad…

Alhamdulillah…bisa kembali bisa menorehkan jari di blog tercinta ini.

Wasyukurillah, kali kesempatan ini saya akan buka pengisian dari jarak jauh dengan metode transfer energi.

Program Pengisian dan penyelarasan ASNM dan Hijib Maghrobi, yang insya Allah tajrib dan kekuatanya tak di ragukan lagi, diantaranya : untuk pagaran gaib, pelindung diri, energi murni, tenaga dalam, pukulan gaib, membakar gaib jahat, menundukan jin, pedang gaib, ketenangan batin, peningkatan kepekaan dan indra ke enam, serta untuk pengobatan sekaligus kerjekian.

Tanpa basa basi, detik ini yang berminat silahkan daftarkan diri untuk mengikuti program ini. Untuk syarat mahar sebesar 350ribu. Mahar adalah suatu simbol dari ijab qobul keilmuan yang mana di dalam nya terdapat suatu kegaiban tersendiri, di bandingkan dengan yg asal comot amalan tanpa ijazah yang jelas dan tanpa bimbingan. Hanya memberikan nasehat dan masukan, apapun keilmuan yang anda pelajari wajib mendapatkan ijazah dan bimbingan dari seorang guru. Karena ijazah ibarat bahan bakar dan guru ibarat kemudi. Jika anda tidak ada keduanya anda akan terombang ambing di tengah lautan tanpa arah dan tak bisa kemana mana, hanya pasrah pada ombak dan angin yang meniup kapal anda.

Bagi yang serius dengan program ini Silahkan hubungi kontak person di bawah ini.

ruimentities@gmail.com atau bisa hubungi 089690497604 (WA)

NB : bimbingan dan konsultasi seumur hidup

Salam sejahtera ….wargalangit, 2018

Advertisements

Rahasia huruf Alif : Khodam Pembantu Malaikat Penjaga Huruf Hijaiyah

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah SubhanahuWata’ala, saya masih di beri panjang umur dan bertemu dalam bulan yang penuh ampunan ini, bulan Ramadhan.
Sholawat dan salam semoga teurah bagi Rosul semesta Alam baginda Nabi besar Muhammad Salallahu’alaihi Wassalam.
Alhamdulilah saya masih diberi nikmat kekuatan dan nikmat berbagi, sehingga bisa menulis di blog yang kita cintai ini. Kali ini saya akan membahas tentang Khodam penjaga huruf Hijaiyah. Langsung saja……

Rahasia Huruf Alif
Dikutip dari Kitab Syumusul Anwar
Siapa yang tidak tahu huruf alif, tentunya kita semua sudah hafal dan tahu. Setiap huruf dalam hijaiyah dari alif (ا ) sampai Ya (ي ) di jaga ketat oleh para malaikat Allah yang diberi tugas untuk menjaga kesucian dan wasilah dari huruf tersebut yang di berikan Allah kepada hambanya yang ihlas dan istiqomah membaca nya. Ada banyak Rahasia yang belum terungkap dan hanya sebagian kecil saja yang kita ketahui. Ada banyak malaikat menjaga huruf alif dan malaikat ini mempunyai pembantu yang dinamakan khodam malaikat, namun banyak dari kita salah menafsirkan nya, arti khodam malaikat adalah ;
Khodam = pembantu, Malaikat = Mahluk Allah yang senantiasa taat dan patuh kepada Allah.
Jadi malaikat tidak bisa di jadikan khodam bagi manusia yang bisa di jadikan pembantu (khodam) hanya para khodam pembantu dari Malaikat penjaga huruf ini, jadi jelas sudah Malaikat hanya patuh kepada Allah Mustahil tunduk kepada manusia.
Berikut akan dijelaaskan bagaimana mendayagunakan huruf Alif ini, yang mengandung banyak rahasia di dalam nya.

Bentuk asli dari huruf Alif adalah ( ا  )
penjaganya :
HATMAHTOLQIYAIL dan para pembantu atau anak buahnya adalah
– Hadhayun
– Syalhamid
– Bukhlaylakh
Maka barang siapa yang menulisnya pada telapak tangannya sebanyak 1000x dan ditulis menggunakan air mawar, misik dan ja’faron, Tulislah pada saat Bulan turun ke Manazil Nuthu ( 10 April- 25 April ), setelah selesai menuliskanya hadapkan telapak tangan tadi pada langit sambil membaca Qosam yang menguasai pada huruf-huruf Hizaiyah yang 28, Inilah Qosam yang Di maksud :
بسم الله الرحمن الرحيم

اَيُّهَا الرُّحَانِى اْلمُوَكِلِ ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ج س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و ه لا ء ي سَئَالْتُكَ بِالَّذِىْ خَلَقَكَ فَسَوَاكَ فَعَدَلَكَ فِى اَىِّ صُوْرَةِ مَا شَاءَ رَكَبَكَ أَيُّهَا السَّيِّدُ اْلكَلمِلُ اْلمُغْتَرَفُ مِنْ بَحَارِ مَعَادِنِ جَوَاهِرِ اْلاَسْرَارِ وَيُنَابِيْعُ مَلَكُوْتُ جَبَرُوْتِ اْلاَنْوَارِ اِلَامَاأَجَبْتَنِى وَرَفَعَتَ الْحِجَابَ بَيْنِى وَبَيْنَكَ حَتَّى اَنْظُرَكَ بِبَصَرِ وَاَنْتَ تَخَاطَبْنِى وَسَخَّرَلىِ اَعوَانُكَ المُْلُوكَ اْلحُرُوْفَ ………………………………………………………
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

AYYUHARRUHANI ALMUWAKKALI BIHARFIL KADZA……( Titik di isi Huruf Yg anda inginkan ) SAALTUKA BIL LADZI KHOLAQOKA FA SAWWAKA FA ‘ADALAKA FI AYYI SUROTIN MA SYA – A ROKABAKA. AYYUHAS SAYYIDUL KAMILUL MUGTAROFU MIN BIHAARI MA’ADINI JAWAHIRIL ASRORI WA YUNABI’U MALAKUTU JABARUTIL ANWARI ILLA MA AJABTANI WA ROFA’TAL HIJABA BAYNI WA BAYNAKA HATTA ANDZUROKA BI BASHORI WA ANTA TUKHOTIBUNI WA SAKHHIR LI A’WANAKA ……….( Titik titik diisi nama para A’wan ( Khodam pembantu Malaikat huruf  ))

Qosam ini berlaku bagi semua Huruf Hijaiyah.
Dan khusus jika untuk menggunakan Huruf Alif, Maka setelah membaca Qosam di atas selanjutnya membaca :
qosam

AJLIB LI AL AKHBARO MINAL AQTORI WAK SYIF LI AL HUJUBA WAR FA’ LI AL ASTARO ANIL MAKNUNI.

Dengan ijin Allah, maka sesungguhnya para Khodam dan A’wan Huruf Alif akan memberitahu kepada anda tentang kabar-kabar rahasia yang akan terjadi dari segenap penjuru dunia serta mereka akan memberitahu anda tentang tempat-tempat yang sangat tersembunyi, lebih utama memakai/membakar wangi-wangian jenis AMBAR itu akan lebih afdol dan lebih kuat daya kegaiban nya. Karena wangi-wangian itu akan menghimpunkan para golongan ruhani secara keseluruhan.

Semoga Bermanfaat….
wargalangit 2018

ILMU HIKMAH TINGKAT TINGGI “AJI MAHKOTA ALAM”

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Alhamdulillah saya masih di beri nikmat sehat dan nikmat ilmu, sehingga dapat menoreh tulisan di web tercinta ini.

Aji Mahkota Alam – Ilmu ini berasal dari tanah Baghdad Irak, sering di gunakan oleh para aulia dan wali, wasilah dari ilmu ini adalah ilmu khodam syech  Abdul Qodir Al jilani. Ilmu ini termasuk jenis ilmu hikmah tenaga dalam tingkat tinggi yang dapat diperoleh hanya dengan ijazah yg sah/khusus dari yang sdh menguasai ilmu ini.

Untuk mengusai ilmu ini, kita kenali diri kita dahulu. Ketahui wadah kita, bercerminlah kedalam…kedalam diri sejati kita. Dalam pengamalannya si pengamal harus mampu mengendalikan diri dari nafsu ingin sakti, ingin menjolimi, dan niat negatif lainya. Berikut beberapa yg harus di perhatikan dalm tarekat keilmuan ini.

* Hati dan fisik harus sinkron…tenangkan pikiran, tubuh dan hati sehingga ketiganya bs selaras sewaktu pengamalan

* Tekun, sabar dan Istiqomah

* Jangan meminta seakan memaksa kepada Allah, sehingga berkesan kita menuntut aesuatu dari suatu amalan yg Allah tidak wajibkan atas kita.

* Berpasrah dari dan merendahkan diri kepada Allah…Tanamkan di benak anda bahwa tidak ada sesuatu yg mampu menolong anda keculi Alllah SWT.

Tata cara Tarekat Aji Mahkota Alam :

Tawasul/menghadiahkan Alfateha kepada :

√ Baginda Rasulallah SAW 1x

√ Syekh Abdul Qodir Jaelani 1x

√ Alim ulama dan para Aulia yang msih hidup maupun yang tlh wafat 1x

√ Waliullah sembilan di tanah Jawa 1x

√ Seklian muslimin dan muslimat 1x

√ Malaikat mughorobin 1x

√  Kedua Orang tua kita 1x

√ Diri kita sendiri 1x

√ Doa dan hajat kita 1x

Dilanjutkan dengan Amalan utama

1. Baca Surat Al Faatihah – 3x

2. Baca surat Al Issra ayat 81.
“waqul jaa al haqqu wadzahaqolbaathil, innalbaathila kaanadzahuuqoo” 3x.

3. Subhanallahi wal hamdulillah, walaa illa ha illallah wa allahu akbar –  3x

4. Hasbunalloh wanimal wakil ni’mal maula wani’mal nasir – 3x

5. Surat Al Ikhlas –  3x

Kemudian Berdoa dengan mengangkat kedua tangan.
Ya Allah, sibukkanlah anggota tubuh jasmani dan ruhani kami siang maupun malam, kapanpun dan dimanapun, selalu mengingatMu. Ya Allah berikanlah kami kebahagiaan, ya Allah berikanlah kami rizki, ya Allah berikanlah kami keselamatan dan keteguhan iman. Ya Allah masukkanlah kekuatan dan energi Aji Mahkota Alam ke dalam darah daging jiwa dan raga hamba, dan bukakanlah daya gaib hamba. Bukakanlah inti dari kekuatan sejati. Kun kau berkata kepadaku, fayakun terjadilah kepadaku. Amin ya robbal ‘alamin

Kemudian dilanjutkan dzikir :

1. A’uudzubillaa himinasysyaithoo nirrojiim (Ta’awudz) – 7 kali.

2. Bismillaahirrohmaanirrohiim (Basmallah) – 7 kali

3. Asyhaduallaa illahaillaullooh, wa asyhaduanna muhammadarrosuululloh (Syahadat) – 7 kali

4. Asthoghfirulloohal’adziim (Istighfar) – 101 kali

5. Shollalohu alla Muhammad (Sholawat) – 101 kali

6. Laa illaaha illaulooh (Tahlil) – 101 kali

7. Lahaula walaa quwata illa bila hil ‘aliyil’adziim – 101 kali

8.Ya Alloh Ya Qodim – 101 kali

9. Berdoa – Robbanaa laatuziq quluubanaa ba’da idz hadaitana, wahab lanaa miladunka rohmatan innakaa anta wahaab..3 kali
Amiin yarobbal alamiin.

Dalam berdzikir gerakanlah kepala dan badan ke kanan dan ke kiri dengan khusyuk. Tarekat dilakukan diatas jam 12 atau sesuadah sholat isya

Sesudah pengamalan baca hanya kuncian nya saja

1. A’uu dzubillaa himinasysyaithoo nirrojiim (Ta’awudz) – 1 kali.

2. Bismillaahirrohmaanirrohiim (Basmallah) – 1 kali

3. Asyhaduallaa illahaillaullooh, wa asyhaduanna muhammadarrosuululloh (Syahadat) – 1 kali

4. Asthogfirulloohal’adziim (Istighfar) – 3 kali

5. Shollalohu alla Muhammad (Sholawat) – 3 kali

6. Laa illa hailaulooh (Tahlil) – 3 kali

7. Doa “Ya Allah saya mohon … 
(sebutkan energi yang diinginkan), perantara (media), tujuan (program), waktu.

8. Lahaula walaa quwata illa bila hil ‘aliyil’adziim, 3 kali

Ciri-ciri masuknya Aji Mahkota Alam :

– Hati lebih tenang dan punya keberanian.

– Wajah lebih bersinar

– Tidak mudah lelah

– Tubuh merasa hangat atau dingin

– Melihat cahaya ketika membatin/berdzikir, bayangan dan sesuatu yg tidak biasa.
Tapi walaupun tidak merasakan hal diatas aji mahkota alam tetap masuk dan siap untuk bekerja untuk anda.

Otomtis bereaksi ketika di butuhkan

– Peningkatan dalam pergaulan

– Kewibawaan meningkat

– Kebal senjata tajam dan pukulan (keselamatan dan proteksi)

– Mata batin dan indra lebih peka

– Membuka aura kita, sehingga orang lain akan merasa nyaman dgn kita

– Kemudahan dalam segala hal

– Menetralisir dan pembersihan energi negatif

– Insya Allah mudah mendapat petunjuk untuk menyelesaikan masalah diri sendiri maupun orang lain.

Kontak wargalangit 089690497604 (WA/Call)

wargalangit2000@gmail.com

Wassalam….

BENARKAH ILMU HIKMAH CONDONG PADA KEMUSYRIKAN?

TANYA
Assalamu’alaikum wr wb. Ki Wongalus, saya pernah mendengar dari seorang penceramah bahwa mengamalkan ijazahan sebuah asmak/hizib dari seorang guru termasuk ijazahan yang ada di blog KWA ini ternyata condong pada kemusyrikan. Banyak orang bilang, ilmu yang saya pelajari tersebut termasuk ilmu hikmah. Saya mohon berkenan memberikan penjelasan. Wassalamu’alaikum wr wb.
(Adi, Jakarta)

JAWAB.
Wa’alaikumsalam wr wb. Setiap manusia diperintahkan taat kepada Allah dan Rasulullah Muhammad SAW. Dengan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, jelas kita akan memperoleh pahala yang bisa menjadi lantaran memperoleh rahmat Allah, yang antara lain berupa surga. Artinya, jika kita ber’itikad atau meyakini bahwa yang memasukkan kita ke surga adalah rahmat Allah yang kita peroleh dengan beramal soleh, ya boleh-boleh saja. Namun jika kita meyakini bahwa yang memasukkan kita ke surga adalah pahala dan amal shaleh kita itu termasuk syirik.

Begitu juga dengan rangkaian doa dalam ilmu hikmah, seperti hizib atau asma yang disusun oleh para ulama yang biasanya diawali lafadz  “Allahumma, Ya Allah…” jika kita meyakini bahwa doa-doa ilmu hikmah hanyalah sarana untuk memohon kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang bisa memberi dan menolong, tentu tidak ada masalah. Namun jika kita meyakini bahwa doa itulah yang mendatangkan kekayaan atau membuat selamat, perbuatan kita tersebut termasuk syirik.

Kita perlu berhati-hati, tidak mudah mengatakan perbuatan ini syirik, perbuatan itu musyrik. Karena syirik itu letaknya di hati, yang tidak diketahui oleh orang tersebut dan hanya Allah SWT yang tahu.

Tidak usah jauh-jauh tentang ilmu hikmah, meyakini bahwa seseorang meninggal dunia karena terkena penyakitpun sudah syirik. Sebab, kematian apapun penyebabnya, adalah ketetapan Allah Ta’ala atas setiap mahluk-Nya yang bernyawa. Jika Allah menghendaki seseorang mati, baik ada penyakit maupun tidak, pasti orang itu akan mati. Maka jika ada yang meyakini bahwa penyakit bisa membawa kematian, atau kesehatan bisa memperpanjang usia, itu juga bisa digolongkan sebagai syirik.

Kepada saudara Adi, saya sarankan bila memang asmak/hizib/awrad dalam ilmu hikmah yang anda amalkan bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya serta dengan efeknya bisa turut membela agama dan sesama muslim, silahkan teruskan. Yang penting jaga i’tiqad baik-baik agar tidak tersusupi kemusyrikan.

Untuk menuju kepada Allah SWT, kita memerlukan TAUHID yang murni. Berikut beberapa ”Penjara” dimana seseorang harus bisa membebaskan diri ketika harus berhadapan dengan Allah SWT.

Yang pertama membebaskan diri daripada penjara alam jasad: Penjara alam jasad adalah hawa nafsu. Di dalam penjara ini tersedia banyak hidangan yang lezat-lezat, seperti kekuasaan, kemuliaan, puji-pujian, tamak, loba, dengki, khianat dan sebagainya. Jika mau bebas daripada penjara ini perlulah menjauhkan diri daripada perkara yang tidak baik itu, perkara-perkara itu menjadi penghalang.

Penjara kedua adalah dunia: Penjara ini mengandung berbagai keindahan dan keseronokan yang menjanjikan keabadian yang palsu kepada salik. Penjara ini menghidangkan berbagai jenis nikmat yang seronok dan menggairahkan. Dengan lain kata inilah yang dikatakan penjara syahwat. Jikalau salik lalai dan panjang angan-angan, maka nampaknya tidak ada kemungkinan salik itu dapat bebas daripada penjara ini.

Penjara ketiga adalah akhirat. Nampaknya hidangan-hidangan yang disediakan dalam penjara ini lebih enak daripada penjara dunia, di sini hidangannya adalah pahala, syurga dan bidadari yang cantik lagi menggoda. Rantai yang membelenggu dalam penjara ini adalah kehendak dan keinginan diri sendiri. Menganggap diri sendirilah yang melakukan segala sesuatu sama ada baik atau buruk….Bagaimanapun, kendaraan yang dapat membebaskan salik daripada penjara ini adalah ilmu, yaitu salik tidak memandang kepada perbuatannya tetapi adalah anugerah daripada Alloh SWT.

Penjara keempat adalah alam malaikat. Inilah penjara alam wujud yang terakhir. Hidangan yang terdapat dalam penjara ini adalah mendapatkan keramatan keampuhan dan kemuliaan di sisi Mahluk. Rantai yang membelenggu salik dalam penjara alam malaikat ini adalah sisa-sisa kehendak diri sendiri dan kesadaran tentang diri sendiri, Yaitu segala yang dilakukan adalah atas daya diri sendiri bukan karunia dari Alloh SWT.Untuk keluar dari penjara ini perlulah menghapuskan segala kehendak, keinginan, cita-cita dan angan-angan dengan menyadari bahwa salik adalah kosong, yang ada hanyalah Alloh semata-mata.

Penjara kelima adalah ilmu Allah SWT. Ilmu Allah SWT bukanlah alam namun tidak keluar dari alam, sebagaimana empat penjara yang sebelumnya, yang mana penjara-penjara tersebut adalah alam ciptaan Penciptanya. Ilmu Alloh adalah sesuatu yang bersangkutan dengan hal-hal keILAHIYAHAan itu sendiri.Hidangan yang terdapat dalam penjara ilmu ini adalah rahasia-rahasia yang ghoib-ghaib tentang hukum-hukum Alloh SWT. Dalam hal ilmu Allah ini, salik dapat melihat pengaturan Allah yang menggerakkan alam dan semua kejadian yang berlaku di dalamnya. Ilmu Allah sangat luas dan tidak Ada persamaanNya.Salik yang asyik dengan ilmu Allah akan terpenjara di dalamnya buat selama-lamanya.

Penjara keenam adalah makrifatullah. Ini adalah penjara yang paling kuat dan sangat sulit untuk di lepas maka kita perlu berhati-hati, ilmu Allah dan makrifatullah bukanlah alam, tetapi HAQ yang berkaitan dengan hal-hal keilahian-Nya sendiri, hidangan yang terdapat di sini adalah hakikat-hakikat alam semesta akan tampak nyata jauh dekat sama, hal-hal yang rahasia-rahasia berkaitan keilahian itu janganlah di sampaikan ke orang yang belum sampai ke pemahaman tersebut.

Salah satu upaya untuk membebaskan diri dari Penjara di atas maka ada cara/jalan menuju Allah SWT yang disebut tarikat/tarikat. Tarikat adalah teman kembar dari syariat. Semua tarikat yang mu’tabarah ada gurunya masing-masing dan mempunyai sumber yang sama, yaitu Baginda Nabi SAW, melalui jalur beberapa sahabat, diantaranya Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq RA, Umar Bin Khattab RA, Ali Bin Abi Thalib RA, Anas RA, Salman Al Farisi RA.

Rasulullah SAW mengajarkan agar kita suka berdzikir dan bermacam-macam cara berdzikir dilakukan sejak sahabat Rasulullah SAW sesuai dengan kemampuan mereka. Misalkan ada yang mampu berdzikir dalam hitungan puluhan, maka disediakan pintunya. sedangkan bagi yang mampu hingga hitungan ribuan, juga disediakan pintunya. Tapi semua dzikir itu berdasarkan ayat: ala bidzikrillahi tatmainul qulub yang artinya berdzikir itu akan menenangkan hati, dan firman Allah SWT yang memerintahkan kita untuk memperbanyak dzikir. Sementara inti dari dzikir-dzikir tersebut sama yaitu supaya tidak lupa/lalai kepada Allah SWT dan mendekat sedekat dekatnya kepada Ilahi.

Inti dari semua tarikat tersebut adalah dzikir kesaksian yaitu LAA ILAAHA ILALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH dan dzikir sirrnya yaitu ALLAH, ALLAH, ALLAH atau HU, HU, HU,(Dia, Dia, Dia) serta dzikir lain yang terkait dengan mentauhidkan Allah SWT.

Dzikir dalam tarikat tersebut sejatinya bukan bacaan untuk mencari pahala, tetapi meraih buahnya, yaitu selalu mengingat Allah SWT. Buah ini akan mewarnai kehidupan individu atau pribadi yang menjalankan tarikat tersebut. Perumpamaan ini bukan berarti membandingkan kalimah Laa Ilahailallah dengan dunia, melainkan untuk memahami, seseorang yang mempunyai cincin yang dihiasi batu permata yang tiada ternilai harganya, maka cincin itu akan dijaganya baik-baik. Ketika hendak makan saja, cincin itu disimpannya dikantong khusus agar tidak kotor atau terjatuh.

Itu baru batu. Lalu bagaimana dengan kalimah LAA ILAHAILALLAH MUHAMMMADUR RASULULLAH, yang nilainya tidak bisa kita takar seperti cincin bertahtakan batu permata tersebut? Kalimat tahlil ini mesti mengiringi dan mewarnai saat kita makan. Maksudnya, nasi yang kita makan sekedar sebagai sarana mencari kenyang, sementara yang memberikan rasa kenyang hanyalah Allah SWT. Jadi kita akan selalu ingat bahwa tiada dzat yang yang wajib disembah kecuali Allah SWT. Dan kita juga akan selalu ingat akan perintah dan larangan-Nya.

Kita akan selalu merasa didengar dan dilihat oleh Allah SWT. Dan bila sudah demikian mungkinkah kita akan banyak melakukan hal yang tidak disukai Allah SWT dan RasulNya? Tentu saja tidak. Ketika kita menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya pun kita kembalikan kepada Allah SWT. sehingga muncullah keikhlasan dalam setiap perilaku kita. Inilah tarikat. Jadi bukan hanya untuk mencari pahala, atau pendekatan diri kepada Allah SWT diwaktu mengamalkan. Akan tetapi mampukah kita membawa buah dari kalimah tahlil ini dalam kehidupan sehari-hari.

Keistimewaan kalimah tahlil dalam setiap tarikat itu berbeda-beda. seperti keistimewaan tumbuh-tumbuhan yang diciptakan Allah SWT. Misalnya daun kumis kucing berkhasiat bagi orang yang kena penyakit kencing manis. Ada juga daun delima, atau daun keci beling dan sebagainya. Tumbuhan itu di beri kelebihan masing-masing oleh Allah SWT.

Begitu juga dengan kalimat tahlil dalam setiap tarikat. Kalimah ini bak lautan yang tak bertepi. Walau keistimewaanya dibagi-bagi kepada Tarikat Syadzaliyah, Qadiriyah, Maulawiyah dan sebagainya tak kan pernah habis. Justru kita akan melihat keagungan ilmu Allah SWT yang ditunjukan kepada kita. Karena itu yang penting bagi kita adalah bagaimana kita belajar salah satu tarikat yang sekiranya mampu diamalkan dan menjalankan ajarannya secara istiqamah.

Tarikat-Tarikat yang dipegang oleh para Awliya seperti Syekh Abdul Qadir Al Jilani, Syekh Abu Hlani, Syekh Abu Hasan Asy Syadzili, Sayiid Ahmad Ar Rifa’i, Syaikh Ahmad Al Badawi, Syekh Ibrahim Ad Dasuki dan tokoh-tokoh ulama yang lain tidak mungkin akan menyesatkan dengan ajarannya. Sebab, dipundak mereka ini terdapat amanah Rasulullah SAW. Bukankah mereka itu waratsatul anbiya? Karena itu pula kita yakin, para ulama itu yang takutnya hanya kepada Allah SWT tidak akan menyesatkan kita. Jadi jelaslah bahwa tarikat yang bersumber dari para awliya tersebut tidak akan lepas dari Al Qur’an dan sunnah Nabi SAW. Wallahua’lam ulasan yang serba terbatas ini semoga ada manfaatnya.

WONGALUS