Tag Archives: WALIULLAH

YANG TERBERKATI (THE CHOOSEN ONE)

syech

Allah maha pengasih lagi maha penyayang, Tiada yang patut di sembah selain Dia
Di segala arah di segala penjuru hanya Dia tempat engkau menghadap…Dia yang maha tahu dan maha memberitahu kepada ciptaan-Nya. Tidak ada yang serupa atau menyerupai Dia. Dialah yang berbeda, Dialah yang maha membedakan.
Dialah yang tunggal dan yang berdiri sendiri, tidak beranak dan juga tidak di peranakan. Dialah yang maha kuat, menjaga dan memelihara alam dan ciptaan-Nya terus menerus. Dialah yang maha menciptakan, segala ciptaanya yang terlihat dan yang tidak terlihat,yang di beritahu dan yang dirahasiakan, yang tersembunyi dan yang keluar, Dialah Allah Tuhan semesta alam…alam manusia, dan alam-alam yang lain yang belum atau tidak bisa dijangkau manusia serta tidak bisa di jangkau akal pikiran manusia.

ALLAHULAILLAHA ILLA HUAL KHOYYUL QHOYYUM
Apabila seorang hamba Allah mengalami kesulitan hidup, maka pertama-tama ia mencoba mengatasinya dengan upayanya sendiri. Bila gagal ia mencari pertolongan kepada sesamanya, khususnya kepada raja, penguasa, hartawan. Atau bila dia sakit, maka ia akan pergi kepada dokter. Bila hal ini pun gagal, maka ia berpaling kepada Khaliqnya, Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa, dan berdo’a kepada-Nya dengan kerendahan hati dan pujian yang di sukai Nya. Bila ia mampu mengatasinya sendiri, maka ia tak akan berpaling kepada sesamanya, demikian pula bila ia berhasil karena sesamanya, maka ia tak akan berpaling kepada sang Khaliq. Karena setiap kesembuhan hakekat nya bukan karena obat atau dokter namun karena kemurahan dari Allah SWT.

Kemudian bila tak juga memperoleh pertolongan dari Allah, maka dipasrahkannya dirinya kepada Allah, dan terus demikian, mengemis, berdo’a merendah diri, memuji, memohon dengan penuh harap, penuh kecemasan. Namun, Allah Yang Maha Besar dan Maha Kuasa membiarkan ia letih dalam berdo’a dan tak mengabulkannya, hingga ia sedemikian terkecewakan terhadap segala sarana duniawi. Maka kehendak-Nya mewujud melaluinya, dan hamba Allah ini berlalu dari segala sarana duniawi, segala aktivitas dan upaya duniawi, dan bertumpu pada ruhaninya.

Pada peringkat ini, tiada terlihat olehnya, selain kehendak Allah Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa, dan sampailah dia kepada pengetahuan tentang Keesaan Allah, pada peringkat haqqul yaqin (yaitu  tingkat keyakinan tertinggi yang diperoleh setelah menyaksikan dengan mata kepala dan mata hati). Bahwa pada hakikatnya, tiada yang melakukan segala sesuatu kecuali Allah. Tak ada penggerak tak pula penghenti, selain Dia, tak ada kebaikan, kejahatan, tak pula kerugian dan keuntungan, tiada faedah, tiada memberi tiada pula menahan, tiada awal, tiada akhir, tak ada kehidupan dan kematian, tiada kemuliaan dan kehinaan, tak ada kelimpahan dan kemiskinan, kecuali karena ALLAH SWT.

Maka di hadapan Allah, ia bagai bayi di tangan perawat, bagai mayat dimandikan, dan bagai bola di tongkat pemain polo, berputar dan bergulir dari keadaan ke keadaan, dan ia merasa tak berdaya. Dengan demikian, ia lepas dari dirinya sendiri, dan melebur dalam kehendak Allah. Maka tak dilihatnya kecuali Tuhannya dan kehendak-Nya, tak didengar dan tak dipahaminya, kecuali Ia. Jika melihat sesuatu, maka sesuatu itu adalah kehendak-Nya; bila ia mendengar atau mengetahui sesuatu, maka ia mendengar firman-Nya, dan mengetahui lewat ilmu-Nya. Maka terkaruniailah dia dengan karunia-Nya, dan beruntung lewat kedekatan dengan-Nya, dan melalui kedekatan ini, ia menjadi mulia, ridha, bahagia, dan puas dengan janji-Nya, dan bertumpu pada firman-Nya. Ia merasa enggan dan menolak segala selain Allah, ia rindu dan senantiasa mengingat-Nya; makin mantaplah keyakinannya pada-Nya, Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa. Ia bertumpu pada-Nya, memperoleh petunjuk dari-Nya, berbusana nur ilmu-Nya, dan termuliakan oleh ilmu-Nya. Yang didengar dan diingatnya adalah dari-Nya. Maka segala syukur, puji, dan sembah tertuju kepada-Nya.

Bila kamu abaikan ciptaan, maka “Semoga Allah merahmatimu”
Allah melepaskanmu dari kedirian, “Semoga Allah merahmatimu,”
Ia mematikan kehendakmu, “Semoga Allah merahmatimu,” maka Allah mendapatkanmu dalam kehidupan yang Baru.

Kini kau terkaruniai kehidupan abadi, diperkaya dengan kekayaan abadi, dikaruniai kemudahan dan kebahagiaan nan abadi, dirahmati, dilimpahi ilmu yang tak kenal kejahilan, dilindungi dari ketakutan, dimuliakan, hingga tak terhina lagi, senantiasa terdekatkan kepada Allah, senantiasa termuliakan, senantiasa tersucikan, maka menjadilah kau pemenuh segala harapan, dan ibaan pinta orang mewujud pada dirimu, hingga kau sedemikian termuliakan, unik, dan tiada tara, tersembunyi dan terahasiakan.

Maka, kau menjadi pengganti para Rasul, para Nabi dan para shiddiq. Kaulah puncak wilayat, dan para wali yang masih hidup akan mengerumunimu. Segala kesulitan terpecahkan melaluimu, dan sawah ladang terpaneni melalui do’amu; dan sirnalah melalui do’amu, segala petaka yang menimpa orang-orang di desa terpencil pun, para penguasa dan yang dikuasai, para pemimpin dan para pengikut, dan semua ciptaan. Dengan demikian kau menjadi agen polisi (kalau boleh disebut begitu) bagi kota-kota dan masyarakat.

Orang-orang bergegas-gegas mendatangimu, membawa bingkisan dan hadiah, dan mengabdi kepadamu, dalam segala kehidupan, dengan izin sang Pencipta segalanya. Lidah mereka senantiasa sibuk dengan doa dan syukur bagimu, di manapun mereka berada. Tiada dua orang Mukmin berselisih tentangmu. Duhai, yang terbaik di antara penghuni bumi, inilah rahmat Allah, dan Allahlah Pemilik segala rahmat.

SHEAKH ABDUL QODIR AL JAELANI

Advertisements